Minggu, 25 Maret 2012

INFESTASI DALAM EFEK


INVESTASI DALAM EFEK

Tujuan Investasi dalam Efek
  Pembelian efek dilakukan dengan tujuan untuk penjagaan likuiditas atau tujuan mendapatkan pendapatan dari dana yang ditanamkan dalam efek tersebut. Pembelian efek untuk penjagaan likuiditas merupakan investasi sementara dan pengelompokan aktiva dalam neraca, efek tersebut digolongkan dalam aktiva lancar.
   Adapun efek yang dibeli bertujuan untuk mendapatkan pendapatan dan efek tersebut akan dipertahankan untuk jangka waktu panjang, merupakan investasi jangka panjang.
Bentuk – bentuk efek dalam rangka investasi jangka panjang adalah:
1.       Obligasi
2.       Saham preferen (saham istimewa)
3.       Saham biasa

1. Obligasi
         Obligasi adalah surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh pemerintah atau perusahaan atau lembaga – lembaga lain sebagai pihak yang berutang yang mempunyai nilai nominal tertentu dan kesanggupan untuk membayar bunga secara periodik atas dasar persentase tertentu yang tetap. Tujuan utama dari analisa efek dalam penilaian obligasi adalah “rate of return” yang diharapkan obligasi tersebut.
          Rate of return  dan nilai obligasi relatif mudah ditentukan selama obligasi tersebut diperkirakan tidak akan gagal dalam pembayaran bunga secara periodik dan pembayaran modal pokoknya. Discount yang digunakan dalam penentuan nialai masing – masing obligasi adalah berbeda – beda tergantung kepada besarnya tingkat resiko tidak terbayarnya bunga.

2. Saham preferen
          Saham preferen adalah saham yang disertai dengan preferensi tertentu di atas saham biasa  dalam hal pembagian deviden dan pembagian kekayaan dalam pembubaran perusahaan. Saham ini bisanya memberikan deviden yang tetap setiap tahunnya seperti halnya obligasi. Pada umumnya saham preferen ini tidak mempunyai hari jatuh tempo.

3. Saham biasa
          Penentuan besarnya rate of return dan nilai dari saham biasa lebih sukar dibandingkan dengan obligasi saham preferen. Karena, tidak seperti halnya dengan bunga dan deviden preferen pendapatan dan deviden saham biasa diharapkan meningkat ssetiap tahunnya dan tidak tetap konstan.
Nilai investasi dari selembar saham biasa tergantung kepada jumlah pendapatan dalam rupiah yang diharapkan akan diterima oleh seorang invertos kalau dia membeli saham tersebut.dengan demikian maka nilai dari suatu saham ditentukan oleh besarnya deviden yang diterima oleh investor selama dia mempertahankan saham tersebut plus penerimaan hasil penjualan kalau dia menjual saham tersebut.
(Dedi Yuliantoro/10530101/akuntansi/STIE SWADAYA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar